Kecilnya Intensitas Bermain, Sederet Pemain Real Madrid Ini Hengkang

Lucas Silva belum lama ini mengambil keputusan keluar dari Real Madrid dengan balik lagi ke Cruzeiro, klub sebelum dia joint Los Blancos. Pemain Brasil itu mengakuisisi langkah itu sendiri lantaran jarang mendapat kesempatan bermain di Santiago Bernabeu alias kecilnya intensitas bermain. Silva bukan seornang pemain Madrid pertama yang hengkang ketika tak banyak mendapatkan lamanya intensitas bermain di klub. Siapa saja pemain yang lain? sangat detail sekali ulasan agen bola ini tatkala mengupas sederetan pemain bola berbakat Dibawah ini adalah deretan pemain yang sudah kami rangkum dari beberapa sumber dan sangat akurat.

Lucas Silva

Real Madrid mengundang Lucas Silva ke Santiago Bernabeu pada tahun 2015 pasca main tiga musim bersama dengan Cruzeiro. Akan tetapi, ia kepadatan memperoleh kesempatan bermain secara sistem reguler dan sempat dipinjamkan kepada Marseille sepanjang hampur semusim saat lalu. Madrid kemudian memutuskan tuk meminjamkan Silva ke klub lawasnya Cruzeiro pasca bermain 424 menit di klub. Madrid meminjamkan Silva tak cuma tuk durasi 6 bulan saja atau selama satu musim, tetapi hingga Juni tahun 2018 nanti dipinjamkan.

Sergio Canales

Sergio Canales sebagai bagian dari skuad Real Madrid pada tahun 2010 ketika ditransfer dari klub Spanyol juga, Racing Santander. Los Blancos kala itu harus merogoh kocek uang senilai enam juta euro buat mendapatkan pemain muda bertalenta Spanyol. Seiring dengan berjalannya waktu, Canales bisa dilihat sering menghuni kursi cadangan dan dirinya hanya diberi kesempatan main semasa 517 menit di Madrid sebelum hengkang menuju Valencia. Canales kali ini masih bermain di La Liga dan dapat dijumpai di Real Sociedad.

Pedro Leon

Pedro Leon direkrut dari masa kepemimpinan Jose Mourinho di musim pertamanya merancang Real Madrid era 2010. Didatangkan dengan banderol jatah €10 juta dari klub sekota, Getafe, Leon disebut-sebut akan jadi bintang anyar di negeri Matador. Dengan kata disayangkan, nasib Leon berkata lain. Ia tidak lebih dari mampu bermain kira-kira 569 menit bareng Los Blancos sebelum balik lagi ke Getafe. Selesai Getafe terdegradasi, Leon memilih pindah ke Eibar.

Hamit Altintop

Altintop tandang ke Real Madrid di musim 2011-2012 usai kontraknya di Bayern Munchen tamat. Pemain Turki itu joint dengan gratis dan menandatangani kontrak 4 tahun di klub. Akan tetapi, Altintop hanya tetap tinggal satu musim di Santiago Bernabeu lalu cuma main 605 menit menjelang dirinya kembali ke Turki lagi dengan bergabung bersama Galatasaray. Pada tanggal 31 Januari 2017, Altintop meneken kontrak bersama SV Darmstadt 98.

Nuri Sahin

Setelah bermain gemilang bareng Borussia Dortmund dibawah asuhan seorang Jurgen Klopp, Nuri Sahin lantas memutuskan pindah ke Real Madrid musim 2011-2012. Namun malangnya, pasca tiba di Santiago Bernabeu Sahin malah diterpa cedera berkepanjangan. Sehabis cuma main 641 menit di klub, Sahin dipinjamkan kepada Liverpool lalu pada akhirnya balik ke Dortmund. Sahin juga perlahan-lahan mulai balik kedalam performa terbaiknya di Signal Iduna Park walau sering di usik dengan kambuhan cederanya.

Pacu Adrenalin Dengan Berwisata ke Perbatasan Korut dan Korsel

Berwisata ke Korea Utara sungguh tak mudah. Tapi bila mau mengintip dari kejauhan, datangilah Zona Demiliterisasi Korea (DMZ) yang membagi antara Korut dan Korsel. Berwisata ke Korsel jangan cuma mampir ke Seoul. Sekali-kali cobalah pariwisata perbatasan di DMZ, kawasan perbatasan Korut dan Korsel yang berada di Kota Paju. Bila dari Seoul jaraknya 50 km.

Korut dan Korsel

DMZ dibuat pasca berakhirnya Perang antara Korea (5 Juni 1950 hingga 27 Juli 1953). DMZ membentang sepanjang 250 km lalu lebarnya kira-kira 4 km. Di telah DMZ terbentang Garis Demarkasi Militer (MDL). Meskipun zaman perang sudah berakhir, entah itu Korut ataupun Korsel tetap meletakkan tentara di sudut DMZ masing-masing tuk mengantisipasi potensi serangan dari kubu seberang. Wisatawan yang berwisata ke DMZ pun bakal menjumpai beberapa tentara yang berjaga disana. Nah, tuk bisa traveling ke wilayah perbatasan itu turis wajib mematuhi beberapa aturan dari otoritas setempat. Tiap turis, manalagi turis asing, wajib membawa paspor.

Sebelum masuk DMZ bus yang wisatawan tumpangi bakal berhenti di satu check point. Seorang tentara Korsel bakal naik ke atas bus lalu memeriksa paspor. Penumpang didalam bus pun dihitung dengan seksama, sebab jumlah penumpang ketika masuk dan keluar musti sama kalau tidak tidaklah diizinkan meninggalkan DMZ. Pada saat pemeriksaan berlangsung turis tidak boleh memotret tentara, apalagi upload fotonya ke internet. Hal itu dilakukan demi keamanan. Setelah melalui pemeriksaan, traveler bakal betul-betul masuk ke wilayah perbatasan kedua negara yang dahulu satu kerajaan besar tersebut. Monumen dan genta perdamaian dengan berat 21 ton bakal menyambut para wisatawan. Disamping monumen itu, masih ada banyak lagi yang boleh dieksplor disini.

Ada Freedom Bridge yang sudah dilewati semua tawanan perang tuk balik ke Korsel. Kalau ingin tahu mengenai seluk beluk DMZ, silahkan pergi ke DMZ Theater & Exhibition Hall. Ada pameran juga tayangan mengenai kondisi selama era peperangan. Berikutnya terdapat 3rd Infiltration Tunnel yang diperkenankan dimasuki pengunjung. Ini adalah satu terowongan yang diprediksi dibuat Korut tuk menyusup ke Korsel. Terowongan itu letaknya 73 meter dibawah tanah, dengan tinggi serta lebar 2 meter.

Panjang total terowongan 1.635 meter (1.200 meter Korut, 435 meter Korsel), namun yang dibuka tuk publik cuma 265 meter saja. Selama didalam terowongan, dilarang mengambil gambar. Tidak sedikit CCTV yang dipasang tuk melaksanakan pengawasan, sebaik mungkin aturan ini jangan dilanggar. Satu lagi obyek yang tidak kalah menarik utk dikunjungi ialah Dora Observatory. Pengunjung bisa melihat sepintas Korut dari kejauhan menggunakan teropong. Untuk menggunakan teropong tinggal masukkan koin 500 Won (Rp 5.900). Dari teropong itu yang sangat jelas terlihat ialah Wilayah Industri Gaeseong yang termasuk area Korut. Meskipun ada di Korut, kawasan industri itu digunakan perusahaan Korsel tuk proses produksi dengan pemikiran upah buruh yang terjangkau.

Pekerja disana sebagian besar merupakan warga negara Korut. Tapi ada sebagian kecil warga Korsel kerja sebagai staf. Disamping itu samar-samar tampak pula patung Kim Il Sung yang adalah pemimpin utama Korut. Dialah kakek dari pimpinan Korut kala ini, Kim Jong Un. Terakhir, wisatawan bisa mencermati Dorasan Station yang adalah stasiun kereta rintisan yang didirikan dengan cara modern. Dorasan Station berada di Gyeongui Railway Line yang dahulu pernah mengkoneksikan Korut dan Korsel. Sekarang jalur tersebut kebanyakan dipakai turis yang jalan-jalan ke DMZ.