Bedah

Bedah Digestif Laparascopy Kepada Anak

Kejang demam adalah kelainan neurologis akut yang sangat sering ditemui pada anak. Bangkitan kejang ini ada sebab adanya kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38oC) yang diakibatkan oleh proses ekstrakranium. Penyebab demam paling banyak ialah infeksi saluran pernapasan bagian atas disusul dengan infeksi saluran pencernaan.

Dokter Ahli Bedah Digestif

Insiden terjadinya kejang demam khususnya di golongan anak umur 6 bulan hingga 4 tahun. Sudah mau 3 % dari anak yang berusia di bawah 5 tahun sudah menderita kejang demam. Kejang demam lebih banyak didapatkan di laki-laki dibanding perempuan. Hal itu diakibatkan karena pada wanita diperoleh maturasi serebral yang lebih cepat daripada laki-laki. (ME. Sumijati, 2000;72-73)

Menurut laporan dari list diagnosa dari lab./SMF Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya diperoleh data terdapatnya peningkatan insiden kejang demam. Di tahun 1999 didapatkan pasien kejang demam hingga 83 orang serta tidak diperoleh angka kematian (0 %). Di tahun 2000 dijumpai pasien kejang demam 132 orang serta tidak diperoleh angka kematian (0 %). Dari data di atas memperlihatkan adanya meningkatnya insiden kejadian dengan total 37%.

Bedah Laparoskopi

Bangkitan kejang pada bayi serta anak diakibatkan oleh naik suhu badan yang tinggi serta cepat, yang dikarenakan oleh infeksi di luar susunan syaraf pusat semisal : tonsilitis ostitis media akut, bronchitis, dan lain-lain

Pada kondisi demam naiknya suhu 1oC bakal menyebabkan naiknya metabolisme basal 10-15 % serta keperluan oksigen bakal bertambah 20%. Di anak 3 tahun sirkulasi otak melebihi 65 % dari seluruh tubuh daripada dengan orang dewasa yang cuma 15 %. Karenanya naiknya suhu tubuh bisa merubah keseimbangan dari membran sel neuron serta didalam waktu yang pendek dimungkinkan difusi dari ion kalium ataupun ion natrium lantaran timbulnya lepas muatan listrik.

Jika terdapat minimal 2 dari 3 faktor tersebut di atas, di kemudian hari bakal mengalami serangan kejang tanpa demam kurang lebih 13 %, daripada jika sekedar terdapat satu ataupun tidak sama sekali faktor itu, serangan kejang tanpa demam 2% Hingga 3% saja.

Bedah Digestif

Serangan kejang umumnya terjadi 24 jam pertama saat demam, berlangsung sekilas dengan sifat bangkitan kejang bisa berupa tonik-klonik, tonik, klonik, fokal ataupun akinetik. Biasanya kejang berhenti sendiri. Begitu kejang berhenti anak tidak memberikan reaksi apa-apa sejenak namun usai beberapa detik ataupun menit anak bakal sadar tanpa terdapat kelainan saraf.

Penyebab kejang demam ialah infeksi respiratorius sisi atas serta astitis media akut. Pemberian antibiotik yang adekuat untuk menyembuhkan penyakit itu. Pada pasien yang kita ketahui kejang lama pengecekan lebih intensif semacam fungsi lumbal, magnesium, kalium, natrium, kalsium serta faal hati. Jika diperlukan ronsen foto tengkorak, ensefalografi, EGG, dan lain-lain.

Dengan tahu ada tidaknya demam yang menyertai kejang, maka kita ketahui apakah infeksi menggenggam peranan didalam terjadinya bangkitan kejang. Jarak antar timbulnya kejang dan demam.

Apakah penderita terkena kejang sebelum-sebelumnya, umur berapakah kejang terjadi untuk pertama kali, serta berapa frekuensi kejang tiap tahun. Prognosa semakin kurang baik bila kejang timbul pertama kali di umur muda serta bangkitan kejang banyak timbul.

Sebelum kejang harus ditanyakan adakah aura ataupun rangsangan tersendiri yang bisa memunculkan kejang, seperti lapar, lelah, muntah, sakit kepala dan masih banyak lagi. Di mana kejang dimulai serta seperti apa menjalarnya. Setelah kejang harus ditanyakan apakah penderita langsung sadar, tertidur, kesadaran menurun, terdapat paralise, menangis atau sebagainya ? http://www.ekopriatno.com/edukasi-awam/peranan-laparoskopi-satu-titik-single-incision-laparoscopic-surgery-sils-pada-penanganan-batu-empedu/

Leave a Reply

Your email address will not be published.